Berbagi Sumber Daya (Resource Sharing) bagi UKM Justru Menguntungkan!
Berbagi Sumber Daya (Resource Sharing) bagi UKM Justru Menguntungkan!
Ditulis oleh Riyanto Suwito
Konsep atau nilai-nilai berbagi (sharing) sebenarnya sudah sejak dahulu kala – dan bahkan sampai sekarang inipun menjadi ajaran orang-orang tua kita secara turun-temurun. Bahkan istri saya setiap kali membawa makanan atau oleh-oleh apapun untuk anak dan jika kebetulan ada anak-anak dari saudara lain yang ada disitu pasti tidak lupa berpesan, ”ayo sama saudara harus saling berbagi..!?” dan petuah semacam itu pula yang kita dapatkan dari orang-orang tua kita dahulu.
Namun, seiring waktu berlalu anak-anak yang tumbuh dewasa tersebut mulai lupa ajaran dari para leluhurnya tersebut. Dan bisa jadi karena anak-anak yang tumbuh dewasa tersebut mulai berpikir ada ketidakberesan dalam ajaran tersebut. Buktinya orang-orang dewasa (yang acap mengajarkan) justru sering terlibat perebutan berbagai sumber daya (resources) untuk sebesar-besarnya kemakmuran diri sendiri atau keluarga masing-masing.
Mungkin ada juga yang menganggap bahwa itu bagian dari kompetisi atau persaingan dalam hidup yang sebenarnya. Inilah hidup yang sesungguhnya – begitu mungkin yang ada di benak sebagian orang – ketika menjalankan praktik yang sebenarnya merupakan egoisme dan nafsu keserakahan tersebut.
Kembali pada judul diatas, bahwa berbagi sumberdaya (resource sharing) sebenarnya menguntungkan bagi si kecil – dalam hal ini adalah UKM (Usaha Kecil Menengah). Coba bayangkan, seandainya seorang anak kecil tidak mau berbagi – tentu malah akan merugikan. Misalnya, makan mi ayam harus pesan satu mangkok sendiri, yang lain juga satu porsi sendiri. Keduanya nanti akan menyisakan masing-masing setengahnya – karena kapasitas perutnya juga baru sebesar itu – tetapi ongkos yang harus dibayar tetap dua porsi.
Tentu saja ini merupakan pemborosan sumber daya, karena pasti akan terbuang. Si pedagang juga tidak mau menghabiskan sisa-sisa makanan meski dari seorang anak kecil sekalipun. Dan orang tua si anak bias jadi juga sudah kenyang karena memesan porsi secara terpisah untuk mereka. Meski ada juga orang tua – khususnya ibu – yang tidak memesan makanan atau jajan sebelum anaknya selesai. Maksudnya, cukup menghabiskan sisa makanan si anak. Memang benar kata para bijak bahwa ibu adalah manusia hebat!
Dalam konteks bisnis, sumber daya bias berupa peralatan, mesin, sumber daya manusia, sumber daya alam, atau bahkan sumber daya berupa informasi. Bisnis besar atau kecil seringkali juga memiliki kebutuhan sumber daya yang sama, cuma beda pada kuantitasnya saja. Nah, kuantitas inilah yang seringkali membuat UKM memiliki posisi tawar yang lemah terhadap akses sumber daya. Kuantitas seringkali jsutru berbanding terbalik dengan harga. Semakin banyak kuantitasnya semakin murah harganya. Itulah mengapa usaha besar memiliki keuntungan tersendiri dibanding yang kecil dalam hal input produksinya.
Padahal dengan harga input produksi yang lebih tinggi – tentu saja harga jual produk atau output produksi juga akan lebih tinggi - dikarenakan pembebanan harga input tersebut.
Jika demikian maka benarlah ajaran orang-orang tua kita dahulu bahwa dengan berbagi justru akan semakin menguntungkan kita. Contoh kongkretnya, jika sebuah UKM membutuhkan peralatan tertentu yang berharga mahal padahal penggunaannya tidak maksimal – bias saja diatasi dengan meminjam kepada rekan pengusaha lain yang memiliki – tentu tetap dengan memberikan kompensasi.
Tetapi ini tetap lebih ringan dibandingkan harus memiliki sendiri dengan mengorbankan sumber daya keuangan yang tidak kecil. Bahkan bisa jadi jika dipaksakan untuk memiliki sendiri akan mempengaruhi cashflow usaha kecil tersebut dan bisa menjadi awal kematian dan kebangkrutan akibat kurangnya aliran darah (kas) perusahaan.
Berita baiknya, hal ini ternyata tidak hanya bisa diterapkan dalam kasus kebutuhan peralatan saja. Bisa juga diterapkan dalam sumber daya yang lain – termasuk sumber daya manusia atau ketrampilannya (skill). Dengan berbagi akan menghemat sumber daya sebagai input produksi dan pada akhirnya akan membuat harga output yang lebih rendah. Itu juga berarti marjin keuntungan yang lebih besar atau harga jual yang lebih kompetitif.
Barang siapa mau berbagi – maka dia akan beruntung!

Bergabung bersama TDA Jogja